Pesantren Ku

Pondok Pesantren Islam Nurul Madinah.

Pondok PesantrenIslam Nurul Madinah Kuripan, Lombok Barat, NTB menyediakan program berbasis pesantren (pendalaman ilmu agama berupa kajian Al Qur'an, Hadits dan kitab-kitab salaf) yang dipadukan dengan pendidikan formal berbagai jenjang.

TK Islam Nurul Madinah
SD Islam Nurul Madinah
SMP Islam Nurul Madinah
Madrasah Aliyah Nurul Madinah
SMK Islam Nurul Madinah
Download Brosur Daftar Sekarang

NM Corner

Pesantren Nurul Madinah memadukan konsep pendidikan salaf berbasis pesantren dan konsep pendidikan modern berbasis model sekolah formal, yang harapannya mampu mendidik dan membentuk santri (peserta didik) yang religi juga mempunyai keterampilan.

Keterampilan yang dimaksud mengacu pada keterampilan yang di butuhkan santri di era revolusi industri 4.0 untuk turut hadir menjadi pemeran perkembangan zaman.

Pendalaman Al Qur'an dan Hadits
Kajian Kitab - Kitab Salaf
Pengembangan Keterampilan dan Kemandirian Santri
Jaringan Pengembangan Bakat

Santri Unggulan

Jurusan dan Kegiatan Santri

Perhotelan

Perhotelan merupakan program unggulan unit pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan Islam Nurul Madinah

Tata Boga

Program studi tata boga pada unit pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan Islam Nurul Madinah

Keperawatan

Program studi keperawatan pada unit pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan Islam Nurul Madinah

Kitab Kuning

Kajian kitab-kitab salaf menjadi salahsatu program wajib bagi seluruh santri Nurul Madinah

Komputer/IT

Untuk membekali santri dalam upaya penyiapan SDM untuk terjun di era digital yang semua serba terkomputerisasi

Kemandirian Santri

Menyiapkan SDM santri yang memiliki jiwa kemandirian wirausaha agar mampu bersain di pasar global era revolusi industri 4.0.

99

Ustadz/Ustadzah

6

Unit Pendidikan

2500

Santri

33

Mitra

Galeri Pesantrenku

Galeri Foto dan Video Nurul Madinah
  • All
  • Pesantren
  • Kurikulum
  • Video

Yukkk Daftar!

Alur Pendaftaran Santri
5 April 2021
Pembukaan Pendaftaran

Pendaftaran dapat diakses melalui website nurulmadinah.id atau nomor HP 08175793889 / 085338851413.

Juni 2021
Pengumuman Santri di Terima

Pengumuman santri diterima sekaligus penyampaian informasi persiapan pembelajaran tahun ajaran baru.

Juli 2021
Pembelajaran Di Mulai

Pembelajaran Tatap Muka (New Normal) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan mengacu peraturan yang ada.

Berita Terkini

Seputar Nurul Madinah dan Pesantren

 


Santri secara umum adalah sebutan bagi seseorang yang mengikuti pendidikan agama Islam di pesantren, biasanya menetap di tempat tersebut hingga pendidikannya selesai.

Disini kami lampirkan Posiding Muktamar Pemikiran Santri Nusantara Tahun 2019

Link dapat di download disini


 Bangkitkan Negeri dengan Santri

oleh Karisma Lutfiana Nurul Fadila

Eksistensi pesantren di tengah arus modernitas saat ini tetap signifikan. Kebiasaan dan tradisi di pesantren tidak lepas dari santri dan kyai sebagai objek jalannya sistem pendidikan yang diselenggarakan. Pendidikan di pondok pesantren secara umum adalah mewujudkan masyarakat  yang memliki tanggung jawab tinggi dihadapan Allah SWT sebagai khalifah sehingga harus memiliki sikap, wawasan, pengamalan iman, dan akhlaqul karimah serta nilai–nilai luhur yang dimiliki. Implementasi hal tersebut tidak hanya kepada Allah semata sebagai wujud hubungan makhluk secara vertikal (hablumminallah) melainkan juga hubungan antar sesama makhluk secara horizontal (hablumminannas).

Santri memiliki beberapa kelebihan, khususnya pengetahuan dan kecerdasan dibidang spiritual dan akhlak. Karena dengan sistem pembelajaran yang sudah diterapkan di pesantren  santri telah dididik dan dibimbing agar mampu menjawab segala persoalan dan tantangan di masa depan. Hingga saat ini keberadaan santri sangat diharapkan mampu menjadi pendongkrak dalam pembangunan di era milenial. Di era yang serba praktis generasi muda penerus bangsa mengalami degradasi moral sedikit demi sedikit dilihat dari partisipasinya dalam membangun negeri, contohnya mereka sibuk dengan gadget dan media sosial tapi tidak peduli dengan pemasalahan sosial di sekitarnya, bahkan mereka lebih peduli dengan gosip-gosip artis dan hoaks serta mengutarakan komentar-komentar yang dapat menimbulkan kesenjangan dengan pihak yang bersangkutan. Dengan adanya pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan islam yang asli dari Indonesia yang berperan sebagai wadah pengajaran berbasis islam dalam membina, mencerdaskan, dan mengembangkan masyarakat melalui para santri. Dalam sambutan pada salah satu acara seminar nasional bertajuk “Pesantren Kepemimipinan Nasional dan Masa Depan Indonesia”, Dr. H. Affandi Mochtar, M.A., mengatakan “Pondok pesantren memiliki andil besar bagi perjungan kemerdekaan Republik Indonesia sampai sekarang sekaligus berperan besar bagi pertumbuhan, perkembangan, dan  kemajuan pendidikan Indonesia”. Terbukti ketika negara berada dalam penjajahan Belanda, kiai dan santri membentuk tentara Hizbullah untuk melawan penjajah, bahkan seorang Jendral Besar yaitu Jendral Sudirman lahir juga dari pesantren.

Generasi milenial saat ini harus terus dibina dalam segi keseluruhan mulai dari kemampuan diferensial dan distinctive menghadapi perkembangan perubahan global. Hal ini disebabkan generasi tersebut terlahir dimana dunia modern dan teknologi canggih diperkenalkan publik. Istilah milenial sendiri dilekatkan pada suatu generasi yang  dianggap berbeda karena generasi milenial adalah generasi yang berumur 17-37 pada tahun ini. Dengan kecanggihan teknologi yang berkembang pesat telah dimanfaatkan oleh semua komponen masyarakat tidak hanya bagi lapisan masyarakat berusia dewasa namun, juga merambah pada remaja bahkan anak–anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar dan Taman Kanak–Kanak.

Santri bukan hanya seorang yang memiliki intelektual yang tinggi tapi juga sosok yang mempunyai kecerdasan spiritual di atas rata-rata. Ilmu yang diperoleh dari pesantren untuk bisa berpandangan jauh ke depan tentang bagaimana membangun  masyarakat. Tidak lepas dari aturan yang diberlakukan dalam pesantren yaitu belajar mengaji, menghafal, hingga mengikuti aktivitas pondok yang bertujuan menciptakan kader santri untuk bisa belajar istiqomah sehingga tidak terlepas dari hal–hal yang dapat membuat malas dan tidak fokus.

Tidak semua santri berpandangan jauh ke depan atau berupaya mengamalkan segala keterampilan intelektualnya di segala bidang pada saat mereka sudah keluar dari pesantren. Sering kali kita jumpai sebagian besar santri beranggapan bahwa hanya ilmu yang telah dipelajari di pesantren saja yang akan bermanfaat di kehidupan mereka selanjutnya. Seharusnya mereka paham bahwa tugas sebagai generasi milenial tidak hanya mengamalkan ilmu yang terdapat dalam kajian di pesantren tetapi juga harus mampu membaca kalam kauliah maupun kalam kauniah yang ada disekitar kita secara optimal dengan pemikiran yang kontemporer. Pentingnya memahami segala sumber ilmu bagi santri justru menjadi peluang yang sangat berharga karena di pesantren telah menyediakan pendidikan formal maupun non formal.

Keberhasilan pesantren dalam menciptakan sosok santri yang handal terus digalakkan agar bisa bersaing dengan kemajuan zaman. Peran santri dalam pembangunan sudah tidak diragukan lagi. Banyak hal yang telah santri curahkan demi bangsa ini serta tidak sedikit pula santri yang menjadi sosok pemimpin saat ini. Keberhasilannya paling tidak dapat dilihat dari banyaknya pemimpin di negeri ini yang dilahirkan dari pesantren seperti Syaifuddin

Sumber: https://osc.medcom.id/community/bangkitkan-negeri-dengan-santri-60


Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 15,menjelaskan pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja.

sekolah kejuruan terdiri dari Pendidikan kejuruan terdiri dari Sekolah Menengah Kejuruan, dan Madrasah Aliyah Kejuruan

kesiapan memasuki dunia kerja adalah jawaban dari mengapa anda harus memilih sekolah kejuruan atau smk (sekolah menengah kejuruan)

sebentar lagi siswa smp atau sltp akan memasuki kelulusan,

untuk melanjutkan sekolah tingkat atas baik sma atau smk, sebelum memasuki atau memilih smk. pahami dahulu jurusan dan konsep pembelajarannya

 


 

SANTRI, istilah ini pastinya tak asing di kalangan muslim Indonesia. Saking istimewanya, pemerintah RI bahkan menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri.

Mendengar kata ‘Santri’, yang terlintas di dalam pikiran pastinya seseorang yang mengenakan sarung, peci dan tinggal di pesantren. Santri juga sering digambarkan sebagai orang yang sangat dekat dengan ilmu agama.

BACA JUGA: Hari Santri, Dirjen Pendis: Negara Harus Hadir Jaga Religiusitas dan Nasionalisme

Apa itu santri?

Istilah santri sudah sangat familiar di Indonesia. Ada banyak orang yang memberi pengertian masing-masing terhadap kata santri. Kebanyakan menuturkan bahwa santri itu pasti tinggal di pesantren.

Sedangkan, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), santri disebut sebagai orang yang mendalami agama Islam; orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh; orang yang saleh.

Selain itu, ada juga yang menerjemahkan santri sebagai orang yang berpegang teguh pada Al Quran dan hadis serta teguh pendiriannya dalam menuntut ilmu agama.

Nah, KH Mustofa Bisri atau Gus Mus juga punya definisi sendiri tentang santri. Menurutnya, santri tidak hanya yang tinggal di pesantren, tapi setiap orang yang memiliki akhlak dan sifat yang baik juga hormat kepada gurunya.

BACA JUGA: Peringatan Hari Santri, Menag: Santri Itu Duta Perdamaian

Jadi, santri memang sosok istimewa yang mencerminkan karakter seorang muslim, baik dalam akhlak maupun ilmu.

Istilah santri ini kian dikenal, apalagi setelah ditetapkannya 22 Oktober sebagai Hari Santri di Indonesia melaluiKepres nomor 22 tahun 2015.


Sumber : https://www.islampos.com/apa-itu-santri-169376/

 


Pelaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui pengintegrasian ke dalam kegiatan sehari-hari sekolah, yaitu melalui hal-hal berikut, contohnya upacara pada hari Senin, beribadah/sholat bersama, berdoa waktu mulai dan selesai pelajaran, mengucap salam bila bertemu guru, tenaga kependidikan atau teman.

Contoh kegiatan yang harus ditinggalkan seperti: membuang sampah tidak pada tempatnya, berteriak-teriak sehingga mengganggu pihak lain, berkelahi, memalak, berlaku tidak sopan, mencuri, berpakaian tidak senonoh dan lain-lain.

Sikap peserta didik yang baik perlu dipuji, misalnya memperoleh nilai tinggi, menolong orang lain, memperoleh prestasi dalam olah raga atau kesenian, berani menentang atau mengoreksi perilaku teman yang tidak terpuji, berpakaian rapi, datang tepat pada waktunya, bekerja keras, bertutur kata sopan, penuh kasih sayang, perhatian terhadap peserta didik, jujur, menjaga kebersihan dan lain-lain.

Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisai pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidiksn kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata "Pramuka" merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Jiwa Muda yang Suka Berkarya. Tapi sebelum singkatan ini ditetapkan, kata Pramuka asalnya diambil oleh Sultan Hamengkubowono XI dari kata "Poromuko" yang berarti pasukan terdepan dalam perang.

Pramuka merupakan sebutan bagi anggota gerakan pramuka, yang meliputi; pramuka siaga (7-10 tahun), pramuka penggalang (11-15 tahun), pramuka penegak (16-20 tahun) dan pramuka pandega (21-25 tahun). Kelompok anggota yang lain yaitu pembina, andalan pramuka, korps pelatih pramuka, pamong saka pramuka, staf kwartir dan majelis pembimbing pramuka.

Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka.

Prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat, dan bangsa Indonesia.

Dalam Alquran juga dijelaskan tentang pramuka yang artinya “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung” (Ali Imran: 104)

Berdasarkan ayat di atas dapat di jabarkan bahwa pramuka adalah organisasi nonformal yang mengajarkan tentang kebaikan dan kebajikan. Organisasi ini bersifat mendidik dengan sistem among yaitu berdasarkan asas kekeluargaan.

Kode kehormatan dalam Gerakan Pramuka terdiri dari Tiga Janji yang disebut "Trisatya" dan Sepuluh Moral yang disebut "Dasadarma". Khusus untuk golongan siaga kode kehormatan terdiri dari Dua Janji yang disebut "Dwi Satya" dan Dua Moral yang disebut "Dwi Darma"

Banyak sekolah-sekolah yang mewajibkan ekstrakurikuler pramuka ini, khususnya di sekolah yang memakai kerikulum 2013. Dasar diwajibkannya pramuka ini kareana di nilai perlu untuk membentuk pribadi-pribadi anak bangsa yang kompeten dan kreatif agar tidak terjerumus ke arah hal-hal yang negatif. Dalam hal ini banyak anak-anak yang suka mengikuti kegiatan tersebut.

Pramuka merupakan salah satu organisasi yang dangat digemari anak-anak didik setelah seharian belajar dikelas, pramuka adalah solusi tepat membuang kejenuhan tersebut.

Pembentukan karakter pemuda melalui kepramukaan sudah lama dituangkan dalam Dasa Darma Pramuka, yaitu Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Cinta alam, kasih sayang sesama manusia, Patriot yang sopan dan ksatria, Patuh dan suka bermusyawarah; Rela menolong dan tabah; Rajin, terampil, dan gembira, Hemat, cermat dan bersahaja; Disiplin, berani dan setia, Bertanggungjawab dan dapat dipercaya, Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

Dari Dasa Darma Pramuka dari di atas, artinya pendidikan karakter yang mampu menciptakan karakter pemuda bangsa sudah ada dalam kepramukaan. Artinya, Pramuka telah mengajarkan pendidikan karakter sejak berdirinya kepanduan ini, jauh sebelum isu pendidikan karakter marak di Indonesia.

Metode pendidikan kepramukaan yang disesuaikan kelompok umur pada hakikatnya merupakan pola pembinaan generasi muda secara berjenjang dan berkesinambungan untuk menghasilkan produk berkualitas.

Gerakan pramuka dalam melaksanakan fungsinya sebagai wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda Indonesia mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, bertanggung jawab, mampu mengisi kemerdekaan nasional dan membangun dunia yang lebih baik.

 


Kuripan KIM, Yayasan Pondok Pesantren Nurul Madinah yang di Pimpin TGH. SUBKI SASAKI yang beralamat di Jln, Pramuka No. 25B Pelulan” Darul Hijrah ” semakin berkembang baik dari kualitas pendidikan dan peningkatan kualitas bangunan sekolah.

Menurut keterangan salah seorang guru yang kami temui, Kamis, 28 April 2016 dilokasi pondok pesanteren Ust. SAHWIR.Menjelaskan bahwa Yayasan Pondok Pesantren Nurul Madinah,selain ada pemodokan bagi santri dan santriwati, juga memiliki beberapa Lembaga Formal yaitu : TK Islam, SD Islam,SMP Islam, SMK Islam dengan Jurusan : Keperawatan dan Adm Perkantoran .

Ia menambahkan bahwa kami juga ada lembaga Non Formal seperti : Diniyah dan Tahfiz, Life Skil dan Kursus, Majelis Ta’lim Dan Panti Asuhan Al – Ruhama ” untuk siswa dan siswi yang ada disekolah kami terutama yang SMK Islam inj yang paling banyak peminatnya bahkan ada juga siswa kami yang berasal dari luar Kabupaten Lombok Barat.

Jumlah siswa untuk SMP 124 siswa, SMK Islam, 120 siswa TK Islam 60, Siswa dan SD 22 siswa sehingga total kurang lebih sekitar 350 siswa untuk semua lembaga oleh karena,itu bagi semua warga Lombok Barat yang ingin meyekolahkan anaknya bisa daftar ke Yayasan Pondok Pesantren Nurul Madinah karena Fasilitas Disekolah kami Alhamdulillah sudah lengkap paparnya. (L Zaini Ahmad)

Sumber: http://diskominfo.lombokbaratkab.go.id/ponpes-nurulmadinah-semakin-berkembang/

Contact Me

Info dan Hubungi kami

Kantor Sekretariat : Jl. Pramuka No. 25B Pelulan Kuripan Utara Kec. Kuripan Kab. Lombok Barat NTB

  • 08175793889
  • 085338851413
  • www.nurulmadinah.id